Konsekuensi menikah dengan orang IT
Haxhax, tulisan ini didedikasikan buat semua cewek2 yang punya cowok orang
IT, yahh kira2 seperti saya ini lah, agar supaya kalian siap menghadapi segala
kemungkinan jika jadi menikah, (saya pribadi publikasikan ini khusus buat cerna haxhax)
moga2 aja dia baca heheh phew :P
Berikut beberapa contoh yang mungkin saja bisa terjadi:
Mas kawin yang Anda minta di hari pernikahan adalah seperangkat komputer dan modem Tunai!
Bel di rumah Anda bertuliskan “Click here to begin“
Pintu kamar mandi Anda bertuliskan “This site contains Adult Material, please verify your age“
Anda menanyakan apakah ada email baru untuk anda kepada Pak Pos yang mengantarkan kartu lebaran.
Mimpi anda selalu berawal dengan http://www.
Anda menggunakan search engine Google untuk mencari anak anda yang sudah tiga hari tidak pulang ke rumah.
Unable to locate your server!” kata Anda ketika menerima telepon salah sambung.
Anak-anak Anda diberi nama salsabil azhar.gov agar kelak dia jadi pegawai negeri sipil dansalsabila.edu agar kelak dia jadi mahasiswa abadi.
Suara dengkuran Anda sudah persis mirip dengan suara Handshake modem.
Anda susah menggerakan jari Anda karena Anda sudah online selama 36 jam.
Anda menonton film “The Net” … 63 kali.
Ketika mobil Anda menyeruduk mobil lain di simpang jalan, yang pertama Anda cari adalah tombol UNDO.
Istri Anda meletakan wig di atas monitor Anda untuk mengingatkan Anda seperti apa tampangnya.
Ketika Malam Pertama, Istri Anda mengatakan ” New Device has been found, Searching For Driver”
Celana dalam Istri anda bertuliskan “Plug And Play Support”
Anda memberi nama anak Anda Eudora, Netscape dan mIRC. Dan kalau anda lebih demokratis (tidak monopistis) anda akanmemberi nama anak anda Linux , debian, atau distro-distronya.
Anda memperkenalkan diri sebagai : youremail@y… atau www.domain.com
Anda membuat tatoo di badan Anda “This body best viewed with Internet Explorer 5.5 or higher.”
Anda meninggalkan antrian tiket kereta api dengan berkata “request time out!!!”
Ketika hidup anda mengalami depresi, anda akan sangat menyesal mengapa tubuh anda tidak dilengkapi dengan tombol Ctrl-Alt-Del.
Arisan atau rapat keluarga menggunakan conference YM.
Ketika sedang tidak ingin menerima tamu, pintu di rumah anda bertuliskan : “Bandwitch Limit exceed”
Ketika salah satu keluarga Anda meninggal, di batu nisannya anda tuliskan : “Fatal error Maximum execution time 100 years old exceeded.
masih minat ? terserah…
rampuriezt said,
August 4, 2007 at 2:05 pm
keren pak masih banyak yang bisa ditambahin lagi?
Suwito said,
August 9, 2007 at 1:47 am
wahh.. kalo tuk tombol ctrl+c sama ctrl+v tuh apa yah?
Asvar Khan said,
September 27, 2007 at 1:00 pm
woiii muka jelekkkkkk muka penjahat kelamin
dah mending lo latihan dota aja
malay gw melihat kecupuan lo
dah jangan percaya NIH ANAK SUKA BEOL GA DISIRAM
pas said,
October 1, 2007 at 11:22 am
body {
background-image: url(http://images.friendster.com/images/homebg.gif);
background-color: #ffffff;
cursor: ;
}
pas said,
October 1, 2007 at 11:23 am
body {
margin : 0;
padding : 0;
background : #556777 url(images/bg.gif) repeat-x;
font-size : x-small;
font-family : Arial, sans-serif;
color : #4a4a49;
text-align : center;
voice-family : “\”}\”";
voice-family : inherit;
font-size : small;
}
pas said,
October 1, 2007 at 11:24 am
body {
margin : 0;
padding : 0;
background : #556777 url(http://photos.friendster.com/photos/17/65/32355671/1_295974889m.jpg) repeat-x;
font-size : x-small;
font-family : Arial, sans-serif;
color : #4a4a49;
text-align : center;
voice-family : “\”}\””;
voice-family : inherit;
font-size : small;
}
benbego said,
October 29, 2007 at 6:30 pm
boleh juga … buat orang TI warning tuh!
Daniel r. Simarmata said,
January 9, 2008 at 3:41 am
Mau nambahin coi
Klo mau bercinta biasanya melakukan test PING peer-to-peer, kalau RTO atau ada RTO nya dikit2, mending jangan diteruskan, entar zigot (datanya) kececer dijalan =))
rajasimarmata said,
March 6, 2008 at 7:58 am
numpang berita ya ………!!
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Cornel Simbolon menyatakan keprihatinan yang mendalam, karena ratusan meter hutan perawan di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, telah ditebas habis baru-baru ini. Selain mencemaskan resiko bencana longsor, apabila areal hutan seluas 2.250 hektar di daerah itu habis dibabat, Cornel juga mensinyalir bahwa investor cuma ingin menyikat kayu disana.
Hal itu dikemukakan jenderal kelahiran Pangururan, Samosir ini dalam acara diskusi TobaDream Dialogue, Sabtu sore 91/3) di TobaDream Cafe, Jakarta. Cornel hadir di sana sebagai peserta, sedangkangkan pembicara diskusi dengan tema “Penyelamatan Danau Toba : Difficuit but Possible“‘ itu adalah Cosmas Batubara dan Bungaran Saragih. Keduanya bekas menteri.
Pernyataan keprihatinan itu dilontarkan Cornel Simbolon pada sesi tanya-jawab. Sebenarnya yang jadi sorotan saat itu adalah upaya penyelamatan Danau Toba, terutama dari aspek pariwisata dan lingkungan. Tapi Cornel tidak mengajukan pertanyaan, malah langsung meminta perhatian dan kepedulian hadirin terhadap pembabatan hutan ynag sedang berlangsung di Tele.
“Memang benar seperti dikatakan Lae (Suhunan) Situmorang tadi, hutan di Tele sedang terancam sekarang ini.Tidak tanggung-tanggung, hutan yang akan ditebang di kawasan tangkapan air itu mencapai 2.260 hektar. Katanya mau dibuat kebun bunga. Katanya bunganya untuk diskspor,”papar jenderal yang cinta lingkungan itu.
“Kita sangat prihatin karena ratusan meter hutan perawan di sana sudah dibabat habis, katanya buat jalan ke areal yang akan diubah jadi kebun bunga,’tambahnya.
“Tele itu adalah daerah tangkapan air, dan seperti tadi dijelaskan Pak Bungaran, daerah itu sangat ringkih dan rawan longsor,”tutur Cornel sambil menegaskan,”Saya setuju dengan apa yang dikatakan Lae Situmorang, saya mengerti apa yang dikuatirkannya, bahwa besar kemungkinan rencana membuat kebun bunga di bekas areal hutan seluas 2.250 hektar itu hanya kedok. “
Yang disitir Cornel adalah ucapan Suhunan Situmorang di awal acara, saat menyampaikan kata sambutan selaku Ketua Steering Commitee TobaDream Dialogue. Suhunan membeberkan kepada hadirin mengenai pembabatan hutan di Tele, termasuk sinyalemennya bahwa target utama investor PT EJS dari Korse adalah menyikat kayu di hutan alam itu.
“Memang sudah banyak kejadian seperti itu, “ujar Wakasad Cornel Simbolon. “Hutan dibabat, katanya mau buat kebun kelapa sawit atau kebun bunga. Tapi, setelah hutan dibabat dan kayunya dijual, investornya kabur. Makanya kita harus cermati terus perkembangan di Tele ini. Itu adalah daerah tangkapan air, sebagian masih hutan perawan. Kenapa itu harus dibabat ?”
“Makanya kita harus selamatkan hutan Tele. Kalau perlu kita panggil Bupati Samosir Mangindar Simbolon ke Jakarta, untuk menjelaskan kebijakannya membabat hutan perawan di sana, “tegas putra Samosir yang kenal liku-liku kawasan Tele itu.
Hutan lindung
Letjen Cornel Simbolon, yang bicara berdasarkan hasil pengecekan terbaru di lapangan, dengan blak-blakan menyatakan kurang yakin mengenai kelayakan investasi kebun bunga di Tele. “Mau diangkut pakai apa bunga-bunga itu ke Medan ? Dan kalaupun bisa, biaya transportasinya pasti sangat mahal. Pokoknya sangat meragukan, sehingga lebih masuk akal kalau investor hanya mengincar kayunya,”ujarnya.
Menurut Cornel, selain penyelamatan hutan Tele, agenda sangat penting yang harus segera dilakukan adalah menentukan peta hutan di Samosir. “Perlu segera dilakukan maping untuk menetapkan yang mana hutan lindung, yang mana hutan ulayat. Di Samosir belum jelas maping seperti itu.”tandasnya.
Dalam kesempatan itu Cornel Simbolon menyatakan sangat menghargai dan mendukung program konservasi yang akan dikerjakan Komunitas TobaDream. Besok pagi (9/2) rombongan Komunitas TobaDream akan terbang ke Medan, untuk selanjutnya pada Senin 3 Maret 2008, tepat pukul 3, akan menanam pohon pada areal seluas 2 hektar di desa Martoba , Kecamatan Sidihoni, Kabupaten Samosir.
“Sangat saya hargai dan dukung program penanaman pohon yang akan dilaksanakan Komunitas TobaDream. Tapi perlu saya pesankan, kalian harus pentingkan untuk menjalin kerjasama dengan penduduk setempat. Jangan asal nanam pohon, tapi penduduk di sana hanya jadi penonton, akan sia-sia,”kata Cornel.