CERNA…

March 21, 2007 at 6:56 am (Uncategorized)

17-19 Maret 2007 Samarinda…

 

Perjalanan saya kemarin mengelilingi pulau Kalimantan akhirnya berakhir indah di samarinda, daerah yang keren abis dengan sungai mahakamnya, disanalah tempat saya bertemu gadis cantik berdarah bugis dan
Kalimantan bernama Cerna. Pertemuan saya dengannya tidak saya sangka sama sekali, selama 3 hari di Samarinda saya gunakan full waktu saya setelah bekerja hanya untuk bertemu dengan dia dengan berpura-pura berinternet sambil mencuri-curi pandang kearahnya, karena memang warnet itu milik keluarganya. Saya tidak akan pernah melupakannya seumur hidup saya, karena dia akhirnya saya merasakan indahnya jatuh cinta,alah
gaya :p.

 

17 Maret 2007 (Hari pertama – Pertemuan pertama)

 

Setelah bertolak dari banjarmasin menuju balikpapan, akhirnya saya sampai di samarinda sore pukul 5 WITA, tetapi di jam saya menunjukan pukul 4 WIB waktu Jakarta, saya memang tidak sempat merubah jam saya karena memang saya terlalu sibuk dengan pekerjaan.Namun sebelum masuk kedalam salah satu perumahan di samarinda bernama  PANDAN HARUM HILL saya sempat melihat satu satunya warnet di daerah tsb, dalam hati “akhirnya ada juga warnet di Kalimantan”. Setelah sholat magrib saya langsung bergegas menuju warnet yang letaknya memang berada persis didepan perumahan yang saya tempati di samarinda “WARNET CW” namanya, mungkin nama itu diambil karena memang yang menjaga warnet tsb adalah 2 wanita cantik kakak beradik.

Setelah masuk, saya sempat bingung karena memang komputer di warnet tsb tidak banyak, mungkin hanya sekitar 6 PC, saya langsung masuk tanpa bertanya dan melihat ke samping sebelah kanan letak operator, hampir penuh ternyata, lalu saya bingung mau duduk dimana, saya memutar balik badan bermaksud menuju meja operator, setalah saya melihat meja operator, hal yang bertama saya lihat adalah mungkin hal terindah dalam hidup saya, saya sangat terpukau dengan penjaga warnet tersebut yang berambut panjang tergerai, cantik dan sederhana, mungkin ini yang namanya cinta pada pandangan pertama, selama didalam warnet saya jadi tidak konsentrasi dengan urusan pengiriman file untuk kantor saya PT.Pama Persada Di Jakarta, dalam hati, saya harus kenal dengannya setidaknya saya harus punya nomor telvonnya, kerena saya tidak ingin menyesal perjalanannya saya di samarinda sia-sia karena tidak bisa berkenalan dengannya. Waktu saya hanya tiga hari disini dan saya harus memanfaatkan waktu saya se sempurna mungkin untuk berkenalan dengannya, saya harus tahu namanya, nomor telvonnya keluarganya, dan semua tentang dia. Akhirnya karena memang waktu saya terbatas pada hari itu perjumpaan saya dengannya hanya  sebentar saja, yang harus saya siapkan adalah strategi bagaimana cara saya besok untuk mengenalnya lebih jauh. Setelah membayar biaya rent warnet, lalu saya sengaja membuka pembicaraan dengannya dengan bertanya kepadanya, “khas dari samarinda itu apa yah mbak ?” lalu dia menjawab “aplak” atau apalah saya lupa namanya, saya pikir tidak apa-apa, untuk hari pertama ini saya hanya bisa tahu aplak yang terdengar dari bibirnya mungkin saja besok dia akan memberikan nomor telvonnya kepada saya heheh :D ngarep :P .

 

18 Maret 2007 ( Hari kedua – menggali informasi dari Yahya sang adik & dapat mengenalnya lebih jauh it’s a big step for next future )

 

 

Sejak dikantor saya sudah sangat tidak sabar untuk pulang dan bertemu dengannya lagi, akhirnya pukul 6 WITA setelah diantar sopir dari kantor akhirnya saya sampai juga di mes, dan setelah solat maghrib saya langsung secepat kilat menuju warnet itu lagi. Setelah sampai di warnet saya sempat kecewa karena saya tidak berjumpa dengannya, yang saya temui hanya anak kecil dimeja operator, oh tidak, gagal deh rencananya, tapi tidak apa-apa, mungkin anak ini adalah adiknya. Saya pikir dia masih dalam perjalan pulang atau sedang malem mingguan, karena memang waktu itu adalah malam minggu. Lalu saya dekati anak itu dan kami pun bicara panjang lebar, bercanda, dan ternyata benar dugaan saya, anak tersebut bernama Yahya, dan dia adalah adik dari kakaknya yang saya cari, CERNA namanya, saya dapat menggali informasi sangat banyak tentang Cerna dari yahya, mereka tiga bersaudara, WIDYA,CERNA dan YAHYA, WIDYA adalah anak sulung sama sepeti saya, WIDYA sudah punya pacar, dan ternyata pacarnya adalah IKSAN yang merupakan karyawan Labour Suply dari PT.PAMA Jobsite JEMBAYAN, CERNA adalah anak kedua, dari informasi yang saya dapat dari adiknya, CERNA sudah punya pacar juga, dan yang mengejutkan namanya sama dengan saya, FADLY yang katanya dia bekerja di BERAU daerah Kaltim juga. Saya juga sudah sempat melihat ibunya yang katanya orang Bugis, sama seperti nenek saya juga orang Bugis, dan ayahnya yang katanya orang samarinda namun saat itu saya tidak sempat berjumpa dengan sang ayah. Sambil bercanda dengan Yahya, saya sempat menanyakan nomor telvon kakaknya CERNA, tapi dia tidak tahu, dan saya sempat juga tanya friendsternya, tapi dia tidak tahu juga, aduh pusing…

Akhirnya setelah beberapa saat saya menunggu, datang juga sang kakak WIDYA dengan pacarnya IKSAN,  awal bertemu dengan IKSAN saya sempat bertanya kepadanya, apa dia karyawan PAMA, dia jawab kalau dia Labour supply Pama, setelah beberapa saat kedatangan mereka berdua akhirnya datang juga yang saya tunggu-tunggu dari tadi, CERNA, memakai celana jeans dan baju belang hitam abu-abu, tampak tergesa-gesa mungkin dia takut di marahi ibunya karena pulang malam hehe :D kesian deh kamu. Cerna langsung masuk kedalam dan setelah beberapa saat dia balik lagi ke meja operator untuk mengggantikan Yahya sang adik dengan memakai  baju putih bercelana pendek warna hitam, manis sekali.

Kira2 waktu itu pukul 10 malam disana, sambil menunggu saat yang tepat saya sempat membaca-baca wikipedia tentang RSA. Dan setelah kira2 pukul setengah sebelas, saya memberanikan diri untuk mendekatinya dengan metode numpang ngeprint. Disaat dia print itulah saya banyak bicara dengannya, kami sempat bercanda-canda, bertukar email dan friendster serta YM, dan tak lupa yang paling penting nomor telvon. Pada saat itu untuk printer warnet macet jadi sering warna yang ditampilkan agak buram, hal itulah yang mendasari saya beralibi untuk meminta dia menulis kembali memakai tangan hasil dari print out kertas yang tidak jelas, di saat dia menulis, saya gunakan waktu itu  sebaik baiknya untuk memfotonya berkali-kali, awalnya dia menolak, namun memang saya sedikit memaksa akhirnya dia mau, saya memfotonya berkali kali dengan jepretan camera canon digital saya, cantik sekali. Kamipun sempat berfoto bersama mau lihat hasilnya ?

 

Cerna & Fadly

 

Cerna

 

Sebenarnya masih banyak hasil jepretan saya namun belum saya copy semuanya kedalam laptop, saya sempat menanyakan nomor telvonnya, friendsternya, emailnya, YM-nya pokoknya semua telah berhasil saya dapatkan, saya sangat puas, namun saya sedikit kecewa karena kejadian ini hanya untuk hari ini saja, besok saya sudah harus balik ke balikpapan karena pesawat saya berangkat selasa 20 maret 2007 pagi pukul 9. Alasan utama yang paling membuat saya tidak ingin meninggalkan dia adalah karena tepat pada tanggal 25 maret, CERNA ulang tahun, sebenarnya saya ingin sekali memberi dia hadiah pada hari ultahnya, tapi apa daya, saya bukan presiden yang bisa meng-cancel jadwal penerbangan. Tetapi setidaknya saya bisa mengirimkan paket hadiah untuknya dari
jakarta, tunggu aja.

 

19 Maret 2007 ( Hari terakhir-Bye bye Cerna )

 

Inilah hari yang paling menyebalkan, ketika suatu langkah awal telah berhasil sempurna, namun tidak didukung oleh keadaan, damn. Sejak di kantor saya selalu terbayang-bayang wajah Cerna, kira-kira apa yah yang harus saya beli buat perpisahaan, sempet mau ke mall di daerah sana, tapi ga tau jalan, masak sih dia mau kalo saya kasih dia batubara milik Pama, hehe :p, yahh, akhirnya tidak ada yang saya beli buatnya, tapi saya pasti akan memberinya sesuatu pas hari ulang tahunnya.

Sepulang dari kantor saya sempat berkunjung sebentar ke warnet, namun hanya bertemu Widya, saya sempat kecewa, karena memang waktu saya disitu hanya sekitar 30 menit, sebelum driver taxi datang pukul 6.30 untuk membawa saya ke hotel bahtera di Balikpapan, saya tanya Widya, cerna mana ? Katanya lagi mandi, saya sempat menunggu namun ga muncul juga, ya sudah lah, saya langsung cabut aja, toh besok sampai
jakarta saya bisa menelvonnya, ya gak ? :D .

Oiya, sewaktu di perjalannya saya sempat membuka adobe photoshop di laptop, dan mengedit foto saya dengan Cerna, nih dia hasilnya :

 

Edited

 

mungkin semua keindahan itu takan terjadi tanpa bantuan sang adik Yahya, thanks ya bro

 

Yahya

 

 

Dan sekarang saya telah kembali di
Jakarta, Dan kembali duduk di depan komputer saya di kantor,huuih, hari hari membosankan kembali datang.Damn

Cerna kalo kamu baca ini, kamu pasti ketawa, tapi ya itulah yang aku alami & rasakan

Kalo jodoh kita pasti ketemu lagi, ngarep :D :)

 

Jakarta, March 21th 2007

Permalink 1 Comment